English French Russian Japanese Arabic


Pluralisme Dan Multikulturalisme di Hatimu

Angkat Kembali Pluralisme Dan Multikulturalisme di Hatimu.

Rasa aman menjadi sesuatu yang mahal di negeri ini. Betapa tidak, mudahnya tersulut konflik sosial yang berdampak melemahnya kohesivitas sosial. Dulu, sumber konflik terjadi akibat ketimpangan sosial yang berujung isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Kini lebih dinamis dan kompleks, salah satunya faktor politik, misalnya pemekaran wilayah, kesetraraan, pemilihan kepala daerah, serta ketidakadilan hukum.

Penyebab konflik sosial sangat kompleks dan dinamis seiring pergeseran medan konflik Menurut pendapat dari pengamatsosisal di Indonesia, berbagai konflik sosial tersebut menyebabkan banyak kerugian, tidak hanya sarana dan prasarana fisik tetapi juga merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari Dinas Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada 184 titik konflik yang menyebar di beberapa wilayah di Indonesia, kerugian sangat berdampak pada banyaknya korban yang mengalami depresi sosial dan tidak ada lagi rasa aman. Oleh karena itu, perlu dibangun kembali suatu kekuatan yang menjadi jati diri bangsa.

Solusinya, Masyarakat Indonesia harus kembali pada jati diri bangsa, menghargai Pluralisme dan Multikulturalisma melalui ajaran adhi-luhung Bhineka Tunggal Ika, menghayati nilai nilai kebangsaan, salah satunya nilai-nilai kearifan lokal. Bangsa ini, terbangun di atas nilai nilai lokal yang menjelma menjadi nilai-nilai kebangsaan yang dimanifestasikan dalam Pancasila.

Hingga kini, nilai-nilai kearifan lokal yang masih ada dan akan terus dilestarikan dan diwarikan ke anak-cucu generasi bangsa, di antaranya pela gandong, silih asah silih asih silih asuh, tuah tanah sakato, rukun agawe santoso, sintuwu maroso dan nusa rara nusa batutu. We Love NKRI

0 komentar:

Posting Komentar

International Atheists International Atheists James Randi Foundation richard dawkins foundation
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Email: skepticalface@gmail.com | skepticalface@gmail.com | skepticalface@gmail.com
Copyright © 2013. Indonesian Skeptics - All Rights Reserved.
Template Created by Mas Kolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger